DAERAH

Bupati Konawe Tolak Adanya Praktek Premanisme Dalam Rekrutmen Calon Tenaga Kerja Lokal (TKL) di Morosi


Kendari, OborSultra.com – Rekrutmen calon tenaga kerja lokal (TKL) di dua perusahaan tambang di Morosi yaitu PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) dikabarkan terjadi dugaan praktek premanisme berupa Pemalangan jalan Hauling di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainlees Steel (OSS) sebagai bentuk protes terhdap penrimaan TKA.

Aksi tersebut diduga didalangi oknum karyawan perusahaan dengan mengatasnamakan masyarakat setempat. Mendengar hal ini, Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara secara tegas menolak cara-cara seperti itu.

“Jangan mengatas namakan masyarakat di kabupaten Konawe. Kita harus bisa bedakan mana premanisme dan masyarakat. Rakyat punya hak untuk bekerja di dalam perusahaan tersebut. Maka dari itu kami pun tidak perbolehkan satu premanisme untuk menghambat masyarakat masuk bekerja,” ungkap Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara, Sabtu (25/7/2020) dilansir dari Mediakendari.com.

Mereka menginginkan agar perekrutan karyawan kembali dilakukan oleh pihak perusahaan seperti sebelumnya, jangan ada campur tangan Pemerintah daerah (Pemda) Konawe dan aparat penegak hukum (APH) sebagaimana proses prekrutan yang terjadi.

Orang nomor dua di Konawe ini menerangkan pihaknya sempat mendengar kabar adanya dugaan pungli sebesar Rp 3 -7 juta per orang dari setiap calon pelamar kerja di PT VDNI dan PT. OSS. Menurut Gusli, hal ini sama sekali tidak benar. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe sudah mengambil alih perekrutan TKL dimaksud.





Terkait kabar akan ada kelompok yang bakal menggelar aksi demonstrasi Senin 27 Juli 2020 mendatang, aski itupun mendapat reaksi keras dari Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara menegaskan dirinya saaat ini sebagai Wakil Kepala Pemerintahan di Konawe, mewakili 258 ribu jiwa warga.

Sikapnya jelas, menetang keras aksi demonstrasi yang diduga diprovokatori oleh sejumlah oknum karywan dan meminta dalam waktu 2×24 jam kedepan agar kelompok yang diduga premanisme tersebut membatalkan niatnya melakukan aksi unjuk rasa.

Jika tidak, ia mengancam akan mengerahkan seluruh lapisan masyarakat Konawe untuk menolak rencana aksi demosntrasi tersebut.

“Saya akan gerakan seluruh kecamatan di wilayah Konawe ini untuk menolak mereka. Negara harus hadir mengalahkan premanisme. Maka saya imbau kepada penegak hukum agar kita harus berdiri demi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Pemblokiran Jalan di Area Tambang PT VDNI dan PT OSS Ia menambahkan dirinya juga menginginkan agar tidak ada satu pun oknum yang mengatasnamakan masyarakat Konawe untuk melakukan aksi penolakan penerimaan TKL di Morosi

“Jangan ada yang menjual nama masyarakat apalagi mengambil hak mereka. Saya akan lawan premanisme di perusahaan tersebut,” pintanya.

Untuk diketahui, beredar kabar bakal ada aksi unjuk rasa Senin 27 Juli 2020 nanti dengan tuntutan, pertama, menentang kebijakan Pemkab Konawe terkait sistem rekrutmen di PT VDNI dan PT OSS yang dinilai mempersulit masyarakat. Kedua, segera berlakukan sistem rekrutmen berdasarkan keputusan bersama yang ditanda tagani oleh Mr. Thonyzhou.(*ade)


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close