DAERAH

Unjuk Rasa FAHHAM Sultra Tuntut Kasus Asusila Wakil Bupati Buton Utara Segera Disidangkan


Kendari, OborSultra.com – Puluhan massa yang tergabung dalam Front Aktivis Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tenggara (FAHHAM-Sultra) melakukan aksi demonstrasi damai di depan kantor Pengadilan Tinggi Kendari provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (25/9/2020).

Koordinator lapangan FAHHAM Sultra, Tito Marhaen, dalam orasinya mengatakan, lambatnya penanganan kasus asusila yang dilakukan Wakil Bupati Butur oleh penegak hukum di Kabupaten Muna.

“Perbuatan asusila sangat melanggar moral, sosial dan hukum , sangat tidak etis jika perbuatan tersebut dilakukan oleh seorang pejabat publik yang harusnya menjadi panutan masyarakat, seperti kasus asusila pencabulan yang dilakukan oleh Ramadio selaku Wakil Bupati Butur,” ujar Tito.

Ket. foto: Perwakilan FAHHAM Sultra diterima diruang sidang kantor Pengadilan Tinggi Sultra. (foto: mh).

“Ini jelas sangat mencederai etika seorang pejabat publik, apalagi perbuatan itu dilakukan pada anak dibawah umur yang masih berusia 14 tahun,” lanjutnya.

Menurut Tito, Ramadio sebagai status terdakwa belum juga ditahan oleh Pengadilan Negeri Raha, sehingga FAHHAM Sultra menuntut beberapa hal sebagai berikut :

  1. Mendesak Kepala Pengadilan Tinggi Sulawesi Tenggara agar segera menginstruksikan kepada Pengadilan Negeri Raha, segera menyidangkan Ramadio (Wakil Bupati Butur) atas kasus asusila pencabulan anak dibawah umur, yang statusnya sudah terdakwa.
  2. Meminta kepada Gubernur Sulawesi Tenggara H. Ali Mazi, SH agar tidak melantik pelaksana tugas Bupati Buton Utara yang sedang bersangkutan kasus hukum, apalagi perbuatan asusila.
  3. Kami tidak mau Buton Utara dipimpin seorang pejabat yang pada posisi sebagai terdakwa apalagi tersandung kasus pencabulan yang korbannya masih dibawah umur dimana moralitas pemerintahan.
  4. Menghimbau kepada bapak Gubernur Sulawesi Tenggara dalam menentukan kebijakan agar mengedepankan pertimbangan hukum dan dampak sosial yang akan timbul.

Di kantor Pengadilan Tinggi Sultra, Perwakilan FAHHAM Sultra diterima oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi, Andi Isna Renishwari C, SH,MH, Wakil Panitera, Norhasidi, SH dan Hakim Ad-Hock, Ferdinandus B, SH.

Wakil ketua Pengadilan Tinggi Sultra menyambut baik aspirasi FAHHAM Sultra dan mengatakan bahwa kasusnya sudah sementara ditangani oleh Pengadilan Negeri Raha.

“Kami sudah komunikasi dengan Ketua Pengadilan Negeri Raha, dan sudah disampaikan kasusnya sementara dalam penanganan. Kami juga telah menyampaikan kepada Ketua Pengadilan Negeri Raha agar kasus ini ditangani dengan sebaik-baiknya sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Andi Isna.

“Kami punya kewenangan dan tupoksi masing-masing, dan kami telah mengingatkan bahwa dalam memeriksa perkara ini PN Raha harus melaksanakan ketentuan undang-undang, lurus dan obyektif dalam memeriksa perkara ini,” tutupnya.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close