NASIONAL

Mulai Hari Ini PPKM Level 4 Juga Berlaku di Luar Jawa-Bali, Simak Aturannya!

"Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan usaha sejenisnya diizinkan buka dengan prokes ketat"


Jakarta, OborSultra | Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 hingga Senin, 2 Agustus 2021. Kebijakan pencegahan covid-19 ini juga berlaku di luar Jawa dan Bali.

Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 24 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 dan Level 3 Covid-19 di Jawa dan Bali. Aturan ini diteken Mendagri Tito Karnavian pada Minggu, 25 Juli 2021.


“Menindaklanjuti arahan Presiden (Joko Widodo) agar melaksanakan PPKM level 4 di wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen oleh Kementerian Kesehatan,” bunyi Imendagri Nomor 25 Tahun 2021 yang dikutip dari CNN Indonesia, Senin, (26/7/2021).

Baca Juga:

Regulasi itu mulai berlaku hari ini. Berikut beberapa aturan pada wilayah PPKM level 4 di luar Jawa dan Bali:

  1. Kegiatan belajar mengajar dilakukan via daring/online.

  2. Sektor nonesensial menerapkan 100 persen bekerja di rumah atau work from home (WFH).

  3. Sektor esensial menerapkan bekerja dari kantor atau work from office (WFO) dengan pembatasan 10 persen hingga 50 persen.

  4. Sektor kritikal diperbolehkan WFO dengan kapasitas pekerja 100 persen dan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat.

  5. Pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet voucher, barbershop/pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, tempat cuci kendaraan, dan usaha sejenis diizinkan buka dengan prokes ketat.

  6. Supermarket dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai pukul 20.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

  7. Warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan usaha sejenisnya diizinkan buka dengan prokes ketat.

  8. Rumah makan dan kafe skala kecil di tempat sendiri dapat melayani makan di tempat/dine in dengan kapasitas 25 persen dan menerima makan dibawa pulang dengan penerapan prokes lebih ketat.

  9. Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara, kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan diperbolehkan buka dengan prokes ketat.

  10. Tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah dan mengoptimalkan ibadah di rumah.

  11. Transportasi umum, angkutan massal, hingga taksi konvensional dan online, beroperasi dengan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan prokes ketat.

  12. Pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan. (*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker