PENDIDIKAN

Kemdikbud: Modul Belajar Cetak Hanya Untuk SD dan PAUD di Daerah Tertinggal


Jakarta, OborSultra.com – Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sri Wahyuningsih mengatakan modul belajar cetak hanya diberikan kepada sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Ada rencana modul akan dicetak, tetapi kriteria sekolah yang mendapatkan modul cetak adalah sekolah yang berada di wilayah 3T,” ungkap Sri Wahyuningsih, Rabu (26/8/2020).

Modul belajar sendiri merupakan kumpulan soal dan materi yang dibuat Kemendikbud untuk membantu pembelajaran jarak jauh (PJJ) di luar jaringan (luring).

Sri mengatakan modul didistribusikan dinas pendidikan kabupaten/kota setempat di 3T per minggu. Sedangkan untuk sekolah non-3T, modul dapat diunduh melalui situs Kemdikbud dan diperbarui tiap pekan.

Distribusi modul ini, katanya, untuk semua sekolah di wilayah Indonesia pada jenjang pendidikan dasar. Ia mengklaim informasi ini sudah disampaikan kepada dinas pendidikan setempat.

“Kemdikbud sudah mendistribusikan informasi tersebut ke grup-grup kepala dinas dan launching secara resmi. Namun untuk tindak lanjutnya ke satuan pendidikan menjadi wilayah dan kewenangan dinas,” tutur Sri dikutip dari CNN Indonesia.

Ia juga menekankan modul hanya menjadi media belajar bagi siswa. Sehingga, guru tetap harus menyesuaikan strategi pembelajaran sesuai kompetensi siswa dan potensi sekolah.

Sebelumnya sejumlah sekolah mengaku telat menerima modul belajar dari Kemendikbud. Bahkan di antara mereka ada yang tidak menerima modul sampai sekarang.

“Sejauh ini saya belum mendapat kabar untuk modul itu. Bentuknya seperti apa atau bagaimana. Karena saya belum dapat kabar,” ungkap Ikna Saepudin, guru di SD Negeri Sungai Bambu 05, Jakarta Utara, Senin (24/8/2020).

Meskipun berada di ibu kota, masih banyak siswa di sekolah tempat Ikna mengajar yang terkendala fasilitas ketika belajar daring. Ia pun mengharapkan Kemendikbud memberikan solusi teknis, seperti bantuan jaringan internet di RW domisili siswa.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan modul belajar diperuntukkan bagi jenjang SD dan PAUD. Kebijakan itu muncul karena kedua jenjang tersebut paling sulit menjalankan pembelajaran daring.

Modul yang dibagikan ada tiga bentuk, yakni untuk guru, siswa, dan orang tua. Dengan modul ini, harapannya siswa bisa terbantu belajar meskipun minim komunikasi langsung dengan guru.(*ard)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close