HUKUM

Ribuan Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Tuntut Kasus Hukum Atas Kematian Randi Dan Yusuf Segera Di Tuntaskan


Kendari, OborSultra.com – Ribuan mahasiswa turun ke jalan menuntut keadilan atas kasus kematian rekan mereka pada 26 Septembar tahun lalu.

Adalah Randi dan Muh. Yusuf Kardawi yang tewas tertembak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab pada aksi penolakan RKUHP yang dinilai mengancam kebebasan berekspresi dan meringankan hukuman bagi koruptor, yang proses hukumnya sampai saat ini belum menemui titik terang.

Ribuan massa aksi ini mulai bergerak menuju kantor Polda Sultra, Sabtu (26/9/2020) sekitar pukul 11.00 WITA. Penjagaan dan pengamanan dilakukan dengan ketat dari pihak kepolisian. Ratusan anggota kepolisian juga dikerahkan untuk mengamankan massa.

Ket. foto: Aksi solidaritas mahasiswa di Kab. Konawe.(foto: Agus Marwan).

Massa aksi saling dorong meminta masuk kekantor Polda Sultra untuk bertemu dengan Kapolda Sultra namun sampai pukul 14.00 WITA, massa aksi belum juga bertemu Kapolda Sultra, bahkan massa dipukul mundur oleh cairan yang disemprotkan dari sebuah helikopter yang melayang di udara,

Beberapa aksi solidaritas rekan-rekan Randi dan Yusuf juga telah digelar di berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, sebelum puncak aksi yang digelar hari ini. Semuanya menuntut keadilan, meminta agar dalang dari penembakan rekan mereka diungkap dan dapat diselesaikan secepatnya sesuai hukum yang berlaku.

Sebelumnya, pada Sabtu (5/9), Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Buton (PK IMM FAI UMB) Kota Bau-Bau telah menggelar aksi solidaritas dengan turun kejalan untuk merefleksi kembali kasus kematian aktivis terbaik Randi dan Yusuf Kardawi.

Kemudian, pada Kamis (24/9) pagi, terlihat beberapa mahasiswa menggelar aksi mengusung keranda mayat yang diletakkan di jalan depan kantor Polda Sultra. Di tempat terpisah pada (24/9) malam, puluhan mahasiswa juga melakukan aksi solidaritas di depan rumah jabatan Kapolda Sultra, menuntut keadilan melalui pamflet yang bertuliskan “Menolak lupa merawat ingatan, Ada Yusuf dan Randi mati tertembak, Ada hukum yang belum ditegakkan, Ada air mata yang belum terhapuskan”.

Di Kabupaten Konawe, ratusan mahasiswa juga melakukan aksi solidaritas pada (25/9) malam, dengan menggelar tabur bunga dan bakar lilin di seputaran tugu Adipura Unaaha.

“Sudah satu tahun proses hukum telah berlalu namun belum ada titik terang siapa dalang dari penembakan tersebut, sehingga kami berharap pihak berwajib segera menyelesaikan prosesnya sesuai hukum yang berlaku di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Ma’ruf koordinator aksi PK IMM FAI UMB.

“Atas lambatnya penanganan kasus ini, menandakan bahwa penegakan hukum di negara ini belum maksimal. Untuk itu, kami harap semua aktivis mahasiswa agar selalu menyuarakan keadilan. Lemahnya supremasi hukum pertanda demokrasi telah dikebiri oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close