fbpx Kuasa Hukum Zainal Tayeb Menyerahkan Bukti Rekaman Pembicaraan dan Menghadirkan Saksi - OborSultra.com HUKUM
HUKUM

Kuasa Hukum Zainal Tayeb Menyerahkan Bukti Rekaman Pembicaraan dan Menghadirkan Saksi

"Tim penuntut umum, Imam Ramadoni sempat panas mendengar keterangan saksi"

Denpasar, OborSultra |  Kuasa Hukum Zainal Tayeb menyerahkan bukti rekaman pembicaraan pada sidang lanjutan secara online, Selasa (26/10/2021).

Rekaman pembicaraan tersebut berisi materi kerja sama pengembangan serta penjualan perumahan di Cemagi, Badung, Bali yang kini jadi objek sengketa. Rekaman dalam flashdisc ini diserahkan anggota tim pembela Zainal Tayeb kepada majelis hakim pimpinan Wayan Yasa di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

“Yang Mulia, sudah kami lengkapi dengan transkripnya,” ujar Mila Tayeb selaku kordinator tim pembela Zainal.

Menanggapi hal itu, jaksa penuntut umum (JPU) meminta agar keabsahan rekaman itu diperiksa oleh majelis hakim. Majelis hakim sempat membaca sekilas lembaran transkrip itu pun memastikan akan melakukan pemeriksaan.

Selain menyerahkan rekaman pembicaraan, Mila Tayeb juga menghadirkan dua orang saksi meringankan. Yakni Faturahman, 46, mantan chief security PT Bali Mirah Konstruksi (BMK) dan Nyoman Widiasa, 40, karyawan Zainal di rumah.

Faturahman mengaku sudah lama tahu Zainal Tayeb memiliki tanah di Cemagi, Badung seluas 2 hektar.

”Saya sering diajak Pak Zainal melihat tanahnya di Cemagi masih persawahan, kadang belum mandi sudah diajak kesana,” beber saksi kelahiran Banyuwangi ini.

Ditanya hubungannya dengan Hedar Giacomo, saksi mengaku cukup mengenalnya. Hedar itu sambung saksi diangkat jadi direktur di PT BMK oleh Zainal selaku pemilik saham mayoritas. Sementara saksi diangkat Hedar sebagai sekuriti dengan tugas utama mengawasi proyek di lapangan.

Tim penuntut umum, Imam Ramadoni sempat panas mendengar keterangan saksi yang dipecat sejak 16 Oktober tahun lalu ini.

Jaksa geram atas keterangan saksi yang menerangkan sering melihat Hedar tanda tangan cek. Padahal, selaku security imbuh jaksa hal itu diluar tupoksi pengamanan. Terlebih saksi juga menyebut luas tanah sebelum dikerjasamakan dengan Hedar.

“Jangan menyimpulkan, nanti kami yang simpulkan,” tegur hakim Yasa.

Pun demikian, jaksa tetap terlihat emosi dengan memborbardir saksi dengan pertanyaan.

“Sudah beberapa kali kami ingatkan, jangan menyimpulkan,”kata hakim Yasa berulang kali.

Pun demikian dengan kesaksian Widiasa. Jaksa Imam Ramadoni dan Sugiawan mempersoalkan kapasitas saksi yang mengaku bekerja di rumah Zainal Tayeb sebagai tukang kebun, sopir, pembersih kolam renang dan penyimpan arsip di ruang kerja pribadi itu.

Pemicu kekesalan jaksa, saksi mengaku tahu ada pertemuan antara Zainal, Hedar, notaris dan Yuri di rumahnya.

“Saya melihat itu, terus diberitahu pak Zainal soal kerja sama tanah Cemagi,” jawab saksi.

Keterangan lain adalah soal akta no.33 yang juga menjadi pemantik emosi jaksa. Bahkan, hakim anggota Konny Hartanto yang biasanya selalu diam sambil menunduk ke meja hakim ikut bersuara lantang.

“Saksi kalau tidak tahu jawab tidak tahu atau lupa agar tidak bingung sendiri,” ucap hakim Wayan Yasa pada terdakwa sambil menutup sidang untuk dilanjutkan Kamis lusa dengan agenda pemeriksaan terdakwa.

Sementara itu, usai sidang, Mila Tayeb dikonfirmasi terkait bukti yang diajukan pada majelis hakim enggan menjawab secara lengkap. Pada intinya, Mila menyebut bukti itu berisi percakapan penting antara pihak dalam kerja sama pengebangan tanah Cemagi.

“Kalau lengkapnya maaf, biar majelis hakim yang menilai,“ jawabnya.

Usai sidang, Kasi Intel Kejari Badung I Made Gede Bamaxs Wira Wibowo mengatakan bahwa, terkait saksi yang dihadirkan oleh tim kuasa hukum terdakwa diangap tidak patut dan harus dikesampingkannya.

“Keterangan saksi tidak relevan karena keterangan saksi banyak berdasarkan keterangan orang lain yang artinya bukan berdasarkan apa yang dilihat dan didengar langsung,” terang pejabat yang akrab disapa Bamaxs ini.

Selain itu, menurut Bamaxs, keterangan saksi sebagain besar tidak ada kaitannya dengan Pasal yang didakwakan yaitu Pasal 266 ayat (1).

“Bahkan para saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa ini tidak ada yang mengetahui proses pembuatan dan penandatanganan akta No. 33.

“Saksi di muka sidang hanya mengatakan bahwa dia melihat ada pertemuan antara terdakwa dengan korban, tapi saksi tidak tahu apa yang dibicarakan antara terdakwa dan Pelapor.

Selain itu, menurut Bamaxs, keterangan saksi sebagain besar tidak ada kaitannya dengan Pasal yang didakwakan yaitu Pasal 266 ayat (1).

“Bahkan para saksi yang dihadirkan oleh kuasa hukum terdakwa ini tidak ada yang
mengetahui proses pembuatan dan penandatanganan akta No. 33.

“Saksi di muka sidang hanya mengatakan bahwa dia melihat ada pertemuan antara terdakwa dengan korban,tapisaksi tidak tahu apa yang dibicarakan antara terdakwa dan korban dalam pertemuan itu,” ungkap Bamaxs.

Yang terakhir, kata Bamaxs, saksi mengatakan mengetahui luas tahan yang dimiliki terdakwa di Cemagi sekitar dua hektar. Tapi saksi sendiri mengaku tidak pernah melihat sertif1kat tanah yang disebutkan itu.

Zainal Tayeb yang dikonfirmasi terpisah memberikan jawaban sama. “Dari rekaman itu, bukti kuat, saya tidak berbohong apalagi menipu. Itu percakapan lengkap, ada notaris ada saksi semua kita punya, semoga Pak Hakim bisa menerima bukti kami,” harap Zainal Tayeb.(*roni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker