HIBURAN

Lagi!, Artis Berinisial MA dan ST Ditangkap Polisi Diduga Terlibat Prostitusi Online


Jakarta, OborSultra.com – Lagi! Warganet kembali dikejutkan informasi yang beredar dari pihak kepolisian wilayah Jakartat Utara, bahwa telah menangkap dua artis wanita berinisial ST dan MA yang diduga terjerat kasus prostitusi online.

Masing-masing artis yang diamankan, yakni ST dan MA masih berusia 27 tahun dan 26 tahun. Kedua artis ini tertangkap di sebuah hotel di daerah Sunter, Jakarta Utara, pada Rabu malam, 25 November 2020.

Selain kedua artis tersebut, polisi juga menangkap dua orang lainnya, yakni pria berinisial AR perempuan berinisial CS. Dan hingga saat ini pihak kepolisian belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus ini, karena masih melakukan pendalaman.

Baca Juga:

Memang sudah tak asing, jika seorang artis terjerat dalam kasus prostitusi online, akibat tuntutan gaya hidup yang tinggi diduga menjadi alasan dan memicu deretan artis terjerumus kasus tersebut.

Jadi tidak mengherankan jika bisnis prostitusi online, dijadikan pekerjaan alternatif untuk mendapatkan keuntungan finansial dengan mudah dan cepat.





Sebelumnya, kasus prostitusi online juga pernah menyeret nama artis Vanessa Angel beberapa bulan lalu.

Pihak kepolisian menangkap Vernita Syabilla bersama seorang pria di Lampung, Selasa, 28 Juli 2020 lalu. Dari praktik prostitusi online tersebut, Vernita Syabilla diketahui menerima bayaran Rp80 juta.

Tapi pada proses persidangan artis Vernita Syabilla yang terlibat kasus prostitusi mengakui dirinya hanya dibayar Rp 20 juta untuk melayani pengusaha.

Artis Vernita Syabila hadir menjadi saksi di Persidangan kasus prostitusi yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Selasa (24/11/2020).

Sosok pengusaha yang memakai jasa artis Vernita Syabila dalam kasus prostitusi online Artis di Lampung terkuak.

Hal ini terungkap dalam sidang dakwaan terhadap terdakwa Baban Supandi alias Baim.

Dalam kesaksiannya Vernita mengungkap sosok pengusaha yang berada di dalam kamar bersamanya saat terjadi pengerebekan tersebut.

“Saya ditawari untuk melayani. Rp 12 juta untuk saya, Baban itu 8 juta. Total 20 juta. Cara transaksinya ketemu di hotel. Baban dapat fee Rp 8 juta,” sambung Vernita.

Lalu Majelis Hakim Ismail menegaskan lagi ke Vernita, maksud dari melayani itu apa.

“Maksudnya untuk melayani lelaki hidung belang?,” tanya majelis hakim. “Iya,” jawab Vernita.

Majelis hakim pun menanyakan ke Vernita apakah dirinya juga kenal dengan Kaesa. “Anda kenal dengan terdakwa lainnya Kaesa?,” tanya hakim lagi.

“Saya kenal dengan dia. Dikenali oleh Baban. Saya terima bayaran dari dia, awalnya pakai DP dulu,” kata Vernita.

Kembali majelis hakim pun menegaskan lagi ke Vernita, sebelum ditangkap polisi apakah dirinya sudah melayani pelanggannya itu.

“Tidak sama sekali. Sentuhan tangan pun tidak. Didalam kamar 15 menit. Dari situ ada penggerebekan. Uang DP sudah masuk. Pas mau pindah kamar uang DP sudah masuk 10 juta. Baban kalau sudah melayani baru dikirim. Melalui saya 20 juta langsung ke saya. Dan nanti transfer ke Baban,” terang Vernita.

Sementara itu, Hakim Anggota Joni Butar-butar pun bertanya ke Vernita, apakah dirinya sering melakukan transaksi ini.

“Baru satu kali, di tempat lain transaksi sama (Baban) di Jakarta. Kalau di Lampung baru pertama kali,” kata Vernita.

Vernita menyatakan tak mengenal pengusaha yang membooking nya melalui terdakwa. “Namanya saya enggak kenal. 15 menit itu di kamar belum main, cuma main handphone. Memang diam juga pengusaha itu,” kata Vernita.

Dari dakwaan yang dibacakan JPU Yetti Munira, Baban Supandi alias Baim Muncikari utama yang melibatkan artis Vernita bisa diancam pidana penjara paling lama enam tahun.

“Perbuatan tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor : 21 tahun 2007 jo Pasal 10 UU RI Nomor : 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan tindak pidana Perdagangan Orang,” kata JPU Yetti Munira.

(*ade)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close