DAERAH

Dimediasi Gubernur Ali Mazi, Polemik Aset Antara Pemkab Buton dan Pemkot Baubau Selesai


Kendari, OborSultra | Persoalan serah dan terima aset daerah antara Pemerintah Kabupaten Buton dan Pemerintah Kota Baubau yang berlarut-larut sejak 2019, akhirnya mencapai kesepakatan final setelah dimediasi Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Senin (25/1/2021).

Kedua belah pihak menerima kesepakatan untuk tidak melanjutkan masalah dan mengakhiri polemik, sekaligus segera menindaklanjuti keputusan bersama berupa tata kelola ratusan aset Pemkab Buton yang selama ini ‘tersandra’ di dalam Kota Baubau.


Gubernur Ali Mazi ingin mencegah agar masalah pengalihan dan pengelolaan aset itu tidak berimbas hukum berat, sehingga dapat mengintrusi banyak hal lain yang akan mengganggu konsentrasi masing-masing pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:

Pertemuan dan pembicaraan tersebut juga dihadiri Ditjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nyimas Dwi Koriaty, Sekda Sultra Nur Endang Abbas, Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya, Asisten I Setprov Sultra, Basiran, Kepala BPKAD Sultra, Isma, Kepala BPK Perwakilan Sultra Andi Sonny, Kepala Perwakilan BPKP Sultra Nani Ulina Kartika Nasution.

Bupati Buton La Bakry, Wakil Ketua DPRD Buton La Ode Rafiun, Sekda Buton La Ode Zilfar Djafar, serta Wali Kota Baubau AS Thamrin, Ketua DPRD Kota Baubau Zahari, Sekda Kota Baubau Roni Muhtar, Kapolres Baubau AKBP Zainal Rio Chandra Tangkari juga hadir.

Dalam pertemuan yang diliputi suasana sejuk dan kekeluargaan itu, kedua kepala daerah telah bulat bersepakat untuk menyelesaikan masalah aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polemik aset antara dua daerah itu telah lama berlangsung dan tak kunjung menemukan solusi. Upaya penyelesaian juga pernah ditempuh Komisi Pemberantasan Korusi (KPK) yang memediasi masalah aset daerah antara dua pemerintah daerah tersebut. Walau upaya itu pun tidak membuahkan hasil sesuai harapan.

Sejak awal pembentukan Kota Baubau, salah satu masalah yang dihadapi adalah penyerahan aset dari daerah induk, Kabupaten Buton. Sebab, dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Baubau, telah diamanatkan bahwa untuk kelancaran penyelenggaraan Pemerintahan Kota Baubau, menteri atau kepala lembaga pemerintah non departemen yang terkait, Gubernur Sultra dan Bupati Buton sesuai dengan kewenangannya masing-masing menginventarisasi dan menyerahkan kepada Pemkot Baubau.

Penyerahan itu meliputi pegawai, aset BUMD, termasuk utang piutang serta dokumen dan aset yang sifatnya diperlukan oleh Kota Baubau selambat-lambatnya diselesaikan dalam waktu satu tahun, terhitung sejak pelantikan pejabat Walikota Baubau.

“Hal-hal itulah yang menimbulkan berbagai permasalahan yang sedang kita bicarakan ini,” kata Gubernur Ali Mazi.

Memimpin Rapat Koordinasi Penyelesaian Masalah Penyerahan Aset dari Pemda Buton kepada Pemkot Baubau, Gubernur Ali Mazi mengatakan harus mengambil perannya sebagai wakil pemerintah pusat dalam penyelesaian sengketa seperti ini.

Gubernur Ali Mazi melaksanakan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur sebagai Wakil Pemerintah Pusat dalam Rangka Monitoring, Evaluasi, Supervisi Pembinaan dan Pengawasan terhadap Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, di kabupaten dan kota.

“Termasuk dalam melaksanakan kewenangan gubenur menyelesaikan perselisihan dalam penyelenggaraan fungsi pemerintah antar daerah kabupaten dan kota,” tegas Gubernur Ali Mazi.

Pada sesi akhir pertemuan, Gubernur Ali Mazi sekaligus menyerahkan pengawalan teknis pelaksanaan serah-terima aset dan juga penanganan adanya bentuk pelanggaran hukum terkait masalah tersebut kepada Kepolisian Daerah Sultra dan Korem 143/HO Kendari, agar proses penyerahan aset tersebut dapat berjalan lancar,terkendali, terukur, dan aman.(*ema)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker