NASIONAL

Minat Tenaga Listrik Panel Surya? Begini Perizinan Hingga Biaya Pemasangannya

"Masyarakat yang akan mengurus perizinan pemasangan panel solar perlu melengkapi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis"


Jakarta, Obor Sultra | Sebagai usaha untuk mendorong pemanfaatan energi surya, mengembangkan industri panel solar, serta mengurangi emisi gas rumah kaca, pemerintah mendukung penggunaan panel solar sebagai pembangkit listrik mandiri di rumah. Pemerintah juga telah mengatur perizinan pemasangan panel solar. Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2019, berikut ini poin-poin seputar perizinan PLTS atap.

Bagi masyarakat yang akan memasang panel listrik surya hingga sebesar 500 kilovolt ampere (kVA), tidak perlu mengajukan izin pemanfaatan. Namun, jika lebih dari 500 kVA, Anda perlu mengantongi izin operasi.


Masyarakat yang akan mengurus perizinan pemasangan panel solar perlu melengkapi persyaratan administrasi dan persyaratan teknis.

Baca Juga:

Pemerintah akan mengecek untuk mengetahui pelanggan yang memenuhi persyaratan, seperti kepemilikan hasil uji pabrikan, sertifikat produk, atau dokumen standar keselamatan produk yang setara. Jika semua telah terpenuhi, pelanggan akan dinyatakan telah memenuhi kewajiban Sertifikasi Laik Operasi (SLO).

ubiqu
#OB/7/JU21

SLO diterbitkan Lembaga Inspeksi Teknis (LIT) yang akan dipublikasikan pada laman Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, dan PT PLN. Sedangkan izin operasi diberikan oleh Menteri ESDM atau Gubernur
sesuai dengan kewenangannya

Pelanggan wajib menyampaikan laporan sebanyak satu kali kepada Kementerian ESDM sebelum melakukan usaha penyediaan tenaga listrik untuk kepentingan sendiri. Hal ini dilakukan untuk pendataan.

Cara Pemasangan Tenaga Listrik Panel Surya

Pemasangan panel solar harus dikerjakan oleh teknisi ahli yang sudah berpengalaman. Pada umumnya, teknisi akan menganalisis kebutuhan konsumen akan energi listrik dan jumlah panel solar yang akan dipasang untuk mencukupinya. Dengan demikian, akan terlihat kebutuhan listriknya, tagihan listrik per bulannya, dan biaya yang diperlukan untuk pemasangan panel solar. Setelah analisis dilakukan, penyedia jasa akan melakukan survei ke lokasi pemasangan.

Setelah melakukan survei lokasi, penyedia jasa akan memasang panel solar di atap rumah Anda sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, untuk satu rumah dengan kebutuhan listrik 2200 watt, dibutuhkan sekitar 6 – 8 panel dengan ukuran 1×2 meter di atap.

Harga Pemasangan Tenaga Listrik Panel Surya

Berapa biaya yang perlu disiapkan untuk pemasangan instalasi panel solar di atap? Dilansir dari Kompas, harga dasar untuk 1 kilowatt peak (kWp) panel solar adalah sekitar Rp14 juta. Biaya total akan tergantung pada seberapa besar panel solar yang akan dipasang. Contohnya, jika satu rumah atau toko memasang 10 kWp panel solar, Anda perlu mengalikannya dengan harga dasar per kWp dan hasilnya sebesar Rp140 juta.

Jumlah 10 kWp biasanya digunakan oleh pelaku usaha untuk membantu kebutuhan listrik produksi. Sedangkan bagi rumah tangga, pemasangan panel solar lebih kecil dari angka tersebut yaitu sekitar 1 atau 2 kWp dan jika dihitung, harganya sekitar Rp14 juta sampai Rp28 juta.

Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPSLA)

Salah seorang dari Kelompok masyarakat yang menamakan dirinya Perkumpulan Pengguna Listrik Surya Atap (PPSLA), Nur Pamudji bahwa perkumpulannya memasang Listrik Surya Atap atau listrik tenaga matahari dengan panel yang ditempatkan di atap rumah mereka masing-masing.

“Pemakaian listrik surya atap ini menjadi bagian dari dukungan usaha mencapai kemandirian energi listrik,” ujar Nur Pamudji.

Nur Pamudji mengisahkan, perkumpulan ini pertama kali dibentuk sekitar Oktober 2015 lalu. Ia dan beberapa orang teman memulai ide tersebut dengan harapan bisa berkontribusi pada pembangunan negara, dalam hal ini penyediaan listrik.

“Waktu itu saya dan beberapa teman ngobrol lalu bentuk grup whatsapp, apa yang bisa kita lakukan nih. Kemudian ada ide untuk pasang panel surya. Ternyata Pak Bambang (Bambang Sumaryo) yang sekarang jadi ketua perkumpulan, sudah pakai panel surya sejak satu tahun terakhir,” tutur dia.

Berangkat dari sinilah, perkumpulan ini kian serius menjalankan usahanya yang pada akhirnya mendapat dukungan dari Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM).

Pada Minggu 31 Januari 2016, Menteri ESDM Sudirman Said meresmikan perkumpulan ini sebagai pencetus sosialisasi penggunaan listrik surya atap di tanah air.

“Harapannya semakin banyak orang yang pasang. Semakin banyak juga listrik PLN bisa dihemat,” pungkas dia.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker