EKONOMI

Teken MoU dengan Nuts2, Mente Buton Utara Siap Tembus Pasar Eropa


Buranga, OborSultra.com – Setelah komoditas beras organik dan kopra putih, kini biji mente Buton Utara menjadi sasaran ekspor selanjutnya. Sosialisasi dan Pengembangan Komoditas Mente Kabupaten Buton Utara diisi penanda tanganan Nota Kesepahaman Pengelolaan serta Pemasaran kacang mente antara Pemerintah Kabupaten Buton Utara dengan Nuts2 digelar di Aula Bappeda Kabupaten Buton Utara, Kamis (27/2/2020).

Bupati Buton Utara Drs. H. Abu Hasan, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan luas lahan tanaman jambu mente di Butur cukup besar namun belum memberikan manfaat besar bagi petani setempat. Alasannya, sulitnya akses ke pasar dunia.

Baca juga : TP-PKK Buton Utara Monitoring dan Evaluasi 10 program PKK di Kecamatan Kambowa

“Kita memiliki luas lahan yang cukup besar bagi tanaman jambu mente kurang lebih tujuh ribu hektar namun sampai saat ini belum memberikan dampak yang besar bagi peningkatan pendapatan petani jambu mente,” ujarnya.

Lebih lanjut Abu Hasan mengatakan dengan bekerja sama dengan Nuts2 dia berharap petani mente di Butur bisa bisa meningkatkan jumlah produksinya sebab Nuts2 menjamin pangsa pasar yang lebih luas tapi tetap dengan harga yang wajar sehingga mampu menembus pasar global.

Ket foto : Bupati Buton Utara Drs. H. Abu Hasan, M.Pd., usai penandatanganan MoU dengan pihak Nuts2, Kamis (27/2/2020).

“Pemda berharap semua komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Buton Utara dapat dikelola dengan baik sehingga menghasilkan produk yang berkualitas yang dapat bersaing dipasar luar,” katanya.

Nuts2 adalah perusahaan swasta yang bergerak dibidang eksportir kacang mente yang semula berkembang di Afrika dan berhasil memberi petani di Afrika akses ke pasar dunia dengan harga yang wajar, Nuts2 juga membantu memaksimalkan jumlah produksi, sehingga memberi nilai tambah, meningkatkan pendapatan petani dan mendukung ekonomi lokal.

Baca juga : TP-PKK Kabupaten Butur Teken MoU Pasarkan Produk Pertanian Organik

Nota kesepahaman yang ditanda tangani oleh Floriz Graziozi sebagai Chasew Product Expert dari pihak Nuts2, dan Bupati Butur Abu Hasan, memuat antara lain Nuts2 dan Pemda Butur akan berkolaborasi mengembangkan produk pasar kacang mente, Nuts2 akan menjadi mitra strategis dalam pengembangan industri dan promosi produk kacang mente serta akan menarik partner strategis termasuk pasar asosiasi dalam hal pemasaran produk kacang mente ke pasar global.

Turut menyaksikan Kementrian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal (kemendes PDT) yang diwakilkan oleh Kasubdit Direktorat Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Dra. Rosemary Raplima Sinaga, M.Si., dan Kepala Dinas Pertanian Kab. Buton Utara Sahrun Akri, SP., M.Si.

Rosemary berharap agar kolaborasi tiga unsur ini dapat memberi aksi nyata dalam pengolahan kacang mente di kabupaten Buton Utara.

“Saya berharap kolaborasi tiga unsur ini yaitu Pemda Butur, Kemendes PDT serta Nuts2 dapat memberikan aksi nyata yaitu dibangunnya pabrik pengolahan kacang mente di Buton Utara,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close