NASIONAL

Ngomong ‘Rasis’ Natalius Pigai di Bully Netizen, Kasus Abu Janda Berakhir di Meja Makan

"Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut"


Jakarta, OborSultra | Ramai perbincangan kasus 2 anggota Polisi Militer Lanud Merauke injak kepala warga menjadi sorotan sejumlah pihak, salah satunya Natalius Pigai.

Menurut aktivis HAM Natalius Pigai, persoalan rasis tidak akan selesai jika Tri Rismaharini alias Risma tidak dihukum atas ucapannya yang dinilai menyinggung orang Papua.


“Jangan hanya anggota TNI saja yang dihukum, tapi seorang pejabat tinggi Negara Republik Indonesia yang rasis juga harus dihukum,” kata Pigai di akun Twitternya @NataliusPigai2, Selasa malam (27/7/2021).

Baca Juga:

“Kecuali Jokowi memelihara rasisme yang dilakukan sukunya,” tambah Pigai dikutip dari situs oposisicerdas.com, Selasa (27/7/2021).

Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini menjadi sorotan setelah mengancam ASN di kementeriannya yang tak cekatan dalam bekerja untuk dimutasi ke Papua. Sejumlah pihak menilai ucapan Risma bernada rasis terhadap rakyat Papua.

Namun bukannya mendapat dukungan, Natalius Pigai justru mendapat cibiran dan hujatan netizen yang menganggap kasus-kasus rasisme yang disuarakan lantang oleh Pigai berakhir damai, salah satunya kasus rasisme oleh Abu Janda yang berakhir happy ending di meja makan.

“Nanti ujung ujungnya selese dimeja makan…,” tulis @Yantopribumi menyindir Pigai.

“Kasi maaf dong, masak dgn abu janda abang maafkan yang ini nggak? Abang kan orang baik.. atau harus difasilitasi lagi sama dasko?, “ ciut Abdul Syukur @a_uomo pada kolom komentar.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara Meminta Maaf

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo menyampaikan permintaan maaf atas insiden anggota TNI AU menginjak kepala seorang warga Papua di Merauke.
Fadjar mengakui jika insiden tersebut murni karena kesalahan anggotanya. Ia menegaskan bakal menindak tegas dua anggota TNI AU yang ada dalam video tersebut.

“Saya selaku KSAU ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh saudara-saudara kita di Papua, khususnya warga di Merauke, terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya,” kata Fadjar dalam sebuah rekaman video yang diunggah dalam akun Twitter @_TNIAU, Selasa malam (27/7).

“Hal ini semata-mata terjadi memang karena kesalahan dari anggota kami dan tidak ada niatan apapun juga. Apalagi dari berupa perintah kedinasan,” imbuhnya.

Fadjar menyebut akan mengevaluasi seluruh anggotanya dan juga akan menindak secara tegas terhadap pelaku yang berbuat kesalahan.

“Mohon dibuka pintu maaf,” ujar Fadjar.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (26/7/2021) sekitar pukul 10.00 WIT di jalan Raya Mandala. Dari keterangan versi TNI AU, mulanya personel Satpom AU berinisial Serda D dan Prada V hendak membeli makan di rumah makan padang dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.

Mereka melihat ada banyak kerumunan orang. Selanjutnya kedua personel melihat cekcok antara seorang pria dengan penjual bubur ayam.

Kedua personel lalu mengamankan seorang laki-laki yang saat itu diduga dalam kondisi mabuk. Pria itu disebut memeras penjual bubur ayam dan juga kepada rumah makan padang pariaman serta kepada pelanggannya dengan cara meminta uang dan menarik narik tangan pelanggan.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker