HUKUM

Berlibur Ke Bali, Bule Cantik Rusia Tertangkap Transaksi Sabu

"Terancam 12 Tahun Penjara di Bali, Kisahnya Miris Sekali"


Denpasar, OborSultra | Bule Cantik asal Rusia Anastasiia Savidskaia, 28, yang datang ke Bali untuk liburan justru berakhir petaka. Cewek berambut blonde yang di negaranya bekerja sebagai karyawam kosmetik itu justru terlibat peredaran narkotika jenis sabu. Anastasiia pun ditangkap polisi dan kini diadili di PN Denpasar.

Dalam sidang dakwaan yang digelar secara daring kemarin (27/9/2021), terdakwa didakwa JPU Wayan Sutarta melanggar Pasal 114 ayat (1) UU Narkotika dan Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika. Ditemani penerjemah bahasa Rusia, Gede Arya Pandeasta, cewek berparas ayu ini tak bisa mengelak saat diancam hukuman 12 tahun penjara.


Perempuan kelahiran 9 April 1992 itu hanya manggut-manggut mendengar dakwaan JPU di depan sidang yang dipimpin hakim Ida Ayu Adnya Dewi. Dalam dakwaannya, JPU Sutarta mengatakan, terdakwa mendapat tawaran sabu-sabu dari sesama orang Rusia bernama Ivan (DPO).

Baca Juga:

Terdakwa ditawari sabu dengan harga miring karena sedang masa pandemi Covid-19.

“Dalam telepon genggam terdakwa ditemukan foto pengiriman sabu lewat WA dalam bahasa Rusia. Disebutkan harga (sabu) masa pandemi Rp600 ribu dengan kualitas bagus,” beber JPU I Wayan Sutarta dilansir dari Radarbali.id.

Terdakwa menyetujui tawaran tersebut dan dilanjutkan dengan transaksi narkoba. Setelah bersepakat, terdakwa mengambil tempelan tidak jauh dari vila tempat menginap terdakwa di Vila Lotus, Jalan Raya Babagan, Canggu, Kuta Utara, Badung.

Selanjutnya terdakwa balik ke vila. Pada 22 Maret 2021 pukul 12.30, ketika terdakwa sedang berada di dalam kamarnya, mendengar ada yang mengetuk pintu kamar. “Setelah dibuka ternyata anggota Polda Bali.

Usai memperkenalkan diri, petugas melakukan penggeledahan kamar terdakwa dan menemukan satu klip sabu di atas lemari es,” beber JPU Kejati Bali itu. Setelah ditimbang berat sabu tersebut 0,62 gram netto. Berdasar hasil tes laboratorium, darah dan rambut terdakwa negatif narkotika. Karena itu pasal yang dipasang pun bukan pasang pemakai atau pengguna narkotika.(*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker