HUKUM

Eksepsi dan Penangguhan Zainal Tayeb ditolak oleh Majelis Hakim, Sidang Masuk Agenda Pemeriksaan Pokok Perkara

"Surat Dakwaan JPU telah memenuhu syarat formil dan materil sebagaimana Pasal 143 KUHAP"


Denpasar, OborSultra | Sidang Kasus dugaan memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik yang menyeret Pengusaha Zainal Tayeb alias ZT kembali digelar secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Bali pada Selasa (28/9/2021).

Sidang yang dipimpin hakim I Wayan Yasa, Selasa (28/9/2021) itu masuk pada agenda putusan sela. Dalam sidang putusan sela ini dihadiri olen Jaksa Penuntut Umum (JPU) Imam Ramdhoni, S.H., serta terdakwa yang didampingi pengacara Syarmila Tayeb dkk.


Dalam amar putusan sela, majelis hakim dengan tegas menyatakan menolak atau menyatakan eksepsi atau keberatan terdakwa atas dakwaan JPU tidak dapat diterima atau ditolak seluruhnya

Baca Juga:

Sebaliknya majelis hakim menilai dakwaan JPU sudah tepat serta dapat dijadikan dasar untuk memeriksa perkara terdakwa. Sebagaimana dalam Surat Dakwaan JPU telah memenuhu syarat formil dan materil sebagaimana Pasal 143 KUHAP.

Sementara terkait eksepsi terdakwa yang mengatakan bahwa perkara yang menjerat kliennya adalah perkara perdata, majelis berpendapat eksepsi terdakwa tersebut sudah masuk pada pokok perkara yang harus dibuktikan melalui pemeriksaan saksi-saksi.

“Menolak seluruh eksepsi terdakwa, dan memerintahkan jaksa untuk melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi,” tegas hakim dalam amar putusan selanya.

Usai membacakan putusan sela, hakim meminta JPU untuk menghadirkan saksi. Tapi karena jaksa belum siap menghadirkan saksi korban, Hedar Giacomo, sidang tidak bisa dilanjutkan hari ini.

Selain menolak eksepsi terdakwa, majelis hakim juga belum mengabulkan permintaan pengacara terdakwa untuk menggelar sidang secara tatap muka.

“Kami sudah putuskan dari sejak awal bahwa sidang tidak bisa di gelar secara tatap muka. Di samping itu dengan kondisi gedung pengadilan yang masih dalam tahap renovasi juga tidak memungkinkan menggelar sidang secara tatap muka,” tegas hakim.

Begitu pula soal permohonan pengalihan/penanggugan penahanan yang diajukan oleh tim kuasa hukum terdakwa, sebelumnya dalam sidang majelis hakim juga sudah ditolak.

“Permohonan pengalihan penahanan sudah ditolak saat sidang pembacaan dakwaan,” ujar Jaksa Imam Ramdhoni.

Dikatakan pula, sidang dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi akan dimulai pada, Kamis (2/10/2021) mendatang.

“Menurut majelis hakim sidang masih tetap digelar secara online,” ujar jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung ini. (*ade)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker