NASIONAL

Antisipasi Krisis Pangan Dunia, Jokowi Perintahkan BUMN Buka Sawah Baru


Jakarta, OborSultra.com – Presiden Joko Widodo telah memerintahkan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka lahan persawahan baru demi mengantisipasi ancaman krisis pangan akibat pandemi virus corona Covid-19.

Dalam rapat terbatas mengenai lanjutan pembahasan antisipasi kebutuhan pokok, presiden menjelaskan beberapa bahan pokok yang stoknya mengalami defisit di sejumlah provinsi. Bahan pokok itu di antarannya adalah gula pasir yang defisit di 30 provinsi dan bawang putih defisit di 31 provinsi.

“Stok gula pasir dan bawang putih mengalami defisit di paling banyak provinsi. Stok kebutuhan pokok lainnya seperti beras yang defisit di tujuh provinsi, jagung defisit di 11 provinsi, cabai besar defisit di 23 provinsi, cabai rawit defisit di 19 provinsi, bawang merah defisit di satu provinsi, sedangkan telur ayam defisit di 22 provinsi,” kata Jokowi dalam rapat terbatas secara konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4/2020).

“Sedangkan stok untuk minyak goreng diperkirakan cukup untuk 34 provinsi, tapi untuk stok gula pasir diperkirakan defisit di 30 provinsi dan stok bawang putih diperkirakan defisit di 31 provinsi,” lanjutnya.

“Peringatan dari Food and Agriculture Organization (FAO) bahwa virus corona bisa berdampak pada krisis pangan dunia, agar betul-betul diperhatikan,” ungkap Jokowi.





“Langkah-langkah antisipasi harus kita lakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok bagi rakyat kita. Musim panen pada bulan ini akan berlangsung lancar, namun bisa saja musim panen pada Agustus dan September 2020 mendatang akan terganggu.” tegas Jokowi.

Sementara itu, usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini telah membuka lahan persawahan baru demi mengantisipasi ancaman krisis pangan akibat pandemi virus corona Covid-19.

“Lahan basah dan lahan gambut di Kalimantan Tengah lebih dari 900 ribu hektar. Sudah siap 300 ribu ha. Juga yang dikuasai BUMN ada sekitar 200 ribu hektar,” ujar Airlangga.

Ketua Pengpus Wushu ini juga menambahkan, saat ini sudah dibuat perencanaan agar lahan tersebut bisa ditanami padi. Walaupun BMKG memperkirakan ancaman kekeringan tidak akan terjadi pada tahun ini.

“Antisipasi sudah disiapkan. Walau BMKG sampaikan tidak ada cuaca kering ekstrem, kami tetap monitor apakah ada tantangan alam seperti kekeringan atau hama 5 tahunan di semester 2 nanti,” ujarnya.(ema)


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close