DAERAH

Kahmi – Forhati Sultra Gelar Halal Bilhalal Lewat Vidio Conference


Kendari, OborSultra.com – Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (Kahmi) dan Forum Alumni HMI Wati (Forhati) menggelar acara halal bilhalal sekaligus silaturrahmi antar alumni lewat vidio conference (vidcon) dengan mengangkat tema Mempererat Solidaritas Ummat Dalam Menghadapi New Normal Pasca Covid-19, Kamis (28/5/2020).

Turut serta pada acara tersebut Koordinator Presidium Kahmi Nasional, Sigit Pamungkas, Koordinator Presidium Forhati Nasional, Hanifah Husein serta para alumni Kahmi dan Forhati Sultra diantaranya, Eka Suaib, Amijaya Kamaluddin, Arsyad Abdullah, Waode Muawiah, dan lain-lain.

Acara yang dipandu oleh Musida Arifin, berlansung selama kurang lebih 2 jam, diawali oleh tauziah yang dibawakan oleh Ustadz Jahada yang juga merupakan alumni HMI Sultra, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan yang berkaitan dengan tema, dipaparkan oleh koordinator presidium Kahmi dan Forhati Nasional.

Menurut Sigit Pamungkas, Kahmi dan Forhati harus survive dalam menangani pandemi Covid-19.

“Sangat sedikit negara yang mampu melawan isu kesehatan dan ekonomi dalam masa pandemik ini. Beberapa negara penanganan ekonomi baik namun bermasalah dalam penanganan kesehatan,” kata Sigit

“Negara Eropa, menang dalam penanganan ekonominya namun kalah dalam penanganan kesehatan. Untuk itu, Kahmi dan Forhati harus survive dalam menangani dua isu tersebut, serta harus bisa memberi masukan terhadap pemerintah dalam mengambil kebijakan terhadap daerah maupun negara,” lanjutnya.

Selanjutnya, Koordinator Presidium Forhati Nasional, Hanifah Husein memaparkan bahwa pandemi Covid-19 bukan hanya memberi dampak buruk namun juga ada sisi positifnya.

“Dalam masa pandemi ini, perempuan kembali ke rumah, ide-ide perempuan lahir dari adanya keterbatasan sosial dan ekonomi dimasa wabah Covid-19. Kesolehan sosial sangat perlu diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, serta berjuang meyakinkan masyarakat sesuai disiplin ilmu yang dimiliki” ujar Hanifah.

“Di bidang pendidikan, seyogyanya memberi masukan atau edukasi pada bidangnya, begitupula bidang kesehatan, dan lain-lain,” tambahnya.

Sebelum ditutup, acara dilangsungkan dengan diskusi dan masukan oleh peserta yang lain sebagai bahan kegiatan Kahmi dan Forhati sebagai masukan terhadap pemerintah dalam mengambil kebijakan terhadap daerah maupun negara.

Prof. Eka Suaib, memberi masukan bahwa untuk mengatasi Covid-19 adalah dengan pendekatan multi disiplin, membangun relasi Pemerintah Pusat dan Daerah menyandingkan pendekatan sains dan politik.

Arsyad Abdullah mengatakan posisi Kahmi dan Forhati harus memberi masukan kepada pemerintah terhadap resolusi tentang masalah efek Covid-19. Jangan latah terhadap narasi yang ada, bangun narasi yang lebih sehat, jadilah khalifah yang berbuat adil, kata Agung Wiyono.

Sebagai penutup, Amijaya Kamaluddin menyatakan harus ada recovery data karena tidak adanya data yang update, sistem dan prosesnya masih tumpang tindih.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close