fbpx
DAERAH

Dua Skenario Pemda Sebagai Pedoman Pembangunan Tahun 2021


"Hasil Musrenbang Prov. Sulawesi Tenggara Tahun 2020"

Buranga, OborSultra.com – Dua skenario yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam melaksanaan pembangunan daerah tahun 2021.

Hal ini diungkapkan oleh bupati Buton Utara, Drs. H. Abu Hasan, M.Pd, usai mengikuti Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2020.


Bertempat di ruang rapat kantor Sekretariat Daerah Kab. Buton Utara, acara dilaksanakan melalui teleconference, dihadiri oleh Bupati Buton Utara Drs.H.Abu Hasan, M.Pd, (Pj) Sekda Buton Utara, DR. Ir. Budianti Kadidaa, M.S., Kepala BAPPEDA, Harmin Hari, S.P., M.Si serta beberapa pejabat lingkup Kab. Buton Utara, Rabu (29/4/2020).

Menurut Abu Hasan, kegiatan yang diikuti oleh 17 Kabupaten/Kota se Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut, sesuai arahan pemerintah pusat terdapat beberapa point penting yang menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan untuk dilaksanakan.

Baca Juga:

“Ada beberapa poin penting yang menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan di daerah tahun 2021,” ujarnya

“Untuk tahun 2021, sebelum terjadi pandemi Covid-19, tema pembangunan Provinsi Sulawesi Tenggara yaitu peningkatan infrastruktur dasar dan kewilayahan guna mendukung industri pertanian, pariwisata dan investasi untuk pertumbuhan berkualitas, namun terkoreksi dan mengalami penyesuaian akibat adanya wabah Covid-19,” lanjut Abu Hasan.

“Ada dua skenario yang akan diambil oleh pemerintah daerah untuk tema pembangunan tahun 2021. Skenario pertama dilaksanakan apabila wabah Covid-19 masih berlanjut sampai dengan tahun 2021, dan skenario kedua dilaksanakan jika wabah Covid-19 berakhir ditahun 2020,” jelasnya.

Dua skenario tersebut adalah :

  1. Skenario pertama jika wabah Covid-19 masih berlanjut sampai dengan tahun 2021, maka Pemerintah Daerah tetap melanjutkan dan memprioritaskan program dan kegiatan penanganan Covid-19 dengan fokus pada pencegahan, penularan, penyebarluasan dan pengobatan Covid-19. Selain itu, peningkatan kapasitas kesehatan, peningkatan ketahanan pangan dan alat kesehatan (Alkes) serta memperkuat jaringan pengaman sosial.
  2. Skenario kedua jika wabah Covid-19 berakhir ditahun 2020, maka prioritas program dan kegiatan dititik beratkan kepada pemulihan ekonomi pada sektor-sektor strategis yang paling rentan terkena dampak Covid-19 seperti pariwisata, perdagangan, industri, pertanian dan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) serta tetap melaksanakan arahan pemerintah pusat dalam hal pembangunan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan birokrasi serta transformasi ekonomi.

“Poin penting lain yang menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan tahun 2021 sesuai arahan Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) adalah daerah harus adaptif dan responsif terhadap wabah Covid 19 dan proses pemulihannya dengan tetap menekankan pada ketahanan ekonomi, peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing, infrastruktur ekonomi dan pelayanan dasar, lingkungan hidup, ketahanan bencana dan perubahan iklim,” kata Abu Hasan.

Abu Hasan menambahkan, untuk penanganan Covid-19, Pemda Kabupaten Buton Utara menganggarkan Rp. 15,01 Milyar dalam APBD tahun 2020.

“Sesuai data Kemendagri, alokasi anggaran Pemprov Sultra tahun 2020 untuk penanganan Covid-19 yaitu sebesar Rp. 400 Milyar. Untuk Kabupaten dan Kota di Provinsi Sultra, Kabupaten Konawe dan Kota Kendari yang menjadi daerah dengan alokasi terbesar untuk penanganan Covid-19 yaitu berturut-turut Rp. 109,75 M dan Rp. 62,61 M yang dianggarkan dari APBD masing-masing. Sedangkan untuk Kabupaten Buton Utara menganggarkan 15,01 Milyar dalam APBD tahun 2020, berada diatas Kab.Muna Barat, Kab.Muna, Kab.Buton Tengah, Kab.Konawe Kepulauan dan Kab.Bombana,” tutupnya.(ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close