DAERAH

Kerang Kima (Tridacna) Pahlawan Laut dan Penyelamat Alam

"Species Kerang jenis Kima Super Raksasa Tridacna Derasa sudah punah di sebagian besar wilayah Indonesia"


Kendari, OborSultra | Apa kita pernah berpikir dari mana oksigen yang menjadi modal hidup kita ini diproduksi?. Banyak yang akan mengatakan dari tumbuhan termasuk pohon, hutan dan lain sebagainya dan jawaban itu salah, karena hutan dan pepohonan lainnya hanya memproduksi oksigen sebesar 20%, Sisanya 80% diproduksi oleh lautan.

Masalahnya Planton tidak akan hidup dilautan yang sudah tercemar dan salah satu biota laut yang bertugas menyaring polutan agar laut menjadi sehat adalah ‘Kima’. Setiap Kerang Kima (kerang terbesar dari seluruh jenis kerang di dunia) mampu membersihkan berton-ton air laut setiap hari (ada 8 speciea kima di Asia, termasuk di Indonesia, baik species kecil berukuran 15cm hingga Kima Super Raksasa berukuran 1.35cm: Tridacna Gigas, Kimahboe Labengki dan Tridacna Derasa).


Dari aksi penyaringannya tersebut, selain membuat lautan menjadi sehat (untuk mendukung kehidupan ekosistim Planton) Kima juga adalah produsen makanan untuk dirinya sendiri (sosanthelea) dan juga untuk makanan bagi terumbu karang (softh dan Hard Coral) sementara 99% dari sekitar 500 juta sel telur yang dihasilkan Kima menjadi makanan untuk ikan.

Baca Juga:

Hal tesebut diungkapkan oleh Habib Nadjar Buduha, Pendiri dan Ketua Tim Konservasi Kima Tolitoli dan Pulau Labengki di Provinsi Sultra.

“Pada kawasan terumbu karang yang rusak lalu ditempatkan Kima dikawasan itu, maka terumbu karang (baik soft maupun hard coral, termasuk sponge) akan tumbuh di badan/cangkang Kima untuk kemudian menyebar disekitarnya,” terang Habib.

Menurut Habib, Kima juga berfungsi sebagai rehabilator terumbu karang alami pada kawasan terumbu karang rusak. Dan Planton atau Fitoplanton adalah aktor utamanya. Planton dilautan lah yang memproduksi 80% oksigen yang kita hirup untuk hidup.

Ia pun menyangkan adanya ekploitasi berlebihan yang terjadi sampai sekarang, Kima telah diambang kepunahan dan belum ada pihak pun yang peduli, termasuk ilmuan kelautan dan pemerintah Indonesia.

“Species Kima Super Raksasa Tridacna Derasa sudah punah di Sumatra, Jawa dan Kalimantan, lalu ketika Kima menjadi punah dan lautan semakin terpolusi dan Plankton tidak sanggup lagi memproduksi oksigen yang cukup, maka akan kacaulah kehidupan kita,” tegasnya.

Ia mengingatkan, mumpung belum terlambat, potensi biota laut Kima kita masih dapat ditemukan di Indonesia Timur. “Ayolah kita berbuat, mari kita taburi dasar laut dangkal kita dengan Kima untuk keselamatan laut dan kehidupan anak cucu kita kedepan,” pungkas Habib.(ade/tim)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker