DAERAH

Falsafah Gau Satoto, Sumber Kekuatan Dan Semangat Pasangan Haliana-Ilmiati Dalam Membangun Wakatobi Kedepan


Wangi-Wangi, OborSultra.com – Pemakaian tradisi lisan sebagai kearifan lokal kebudayaan masyarakat di Wakatobi masih dominan dan masih eksis sampai hari ini. Budaya yang tumbuh pada dasarnya adalah budaya lisan. Banyak konsep kebudayaan lokal yang disampaikan ditengah masyarakat Wakatobi dalam bentuk tutur lisan, contohnya adalah ajaran agama, sejarah, nasihat, perbincangan bahkan terkait dengan hukum dan peraturan disampaikan dalam bentuk bahasa lisan.

Salah satu tradisi lisan masyarakat Wakatobi adalah Gau Satoto, memiliki terjemahan Gau berarti ucapan dan Satoto berarti lurus sehingga Gau Satoto berarti kesamaan antara kata-kata dan perbuatan atau menyatunya hati, perkataan dan perbuatan.

Pasangan Haliana-Ilmiati Daud

 

Falsafah hidup Gau Satoto yang diturunkan oleh sang ayah, Drs Maola Daud masih dipegang teguh oleh Ilmiati sampai saat ini. Falsafah ini jugalah yang merupakan sumber kekuatan, semangat dan ketegaran Ilmiati Daud dalam menghadapi dinamika serta hangatnya politik di Kabupaten Wakatobi.

Hal tersebut diungkap Ilmiati Daud saat membawakan orasi ilmiahnya dihadapan ribuan masyarakat Kecamatan Kaledupa dan Kaledupa Selatan pada kegiatan silahturahmi pasangan Calon Kepala Daerah (Cakada), Haliana-Ilmiati (HATI), Sabtu (29/8/2020).

“Kita harus terus berjuang demi Kaledupa dan Wakatobi. Gau Satoto saya masih memegang dengan erat. Itu pegangan saya, walaupun banyak orang menganggap hanyalah kata yang tak bernilai,” ujar Ilmiati dalam silahturahmi pasangan calon Haliana-Ilmiati (HATI) di pantai Peropa.

“Gau Satoto adalah ilmu manusia seutuhnya. Perpaduan kata dengan perbuatan adalah nilai usia manusia sesungguhnya,” tutupnya.(*ema)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait


Back to top button
Close