DAERAH

Aktivis Sultra Himbau Pemuda dan Pelajar Sultra Tak Terprovokasi Ajakan Demo AP2


Kendari, OborSultra.com – Menyikapi berita seruan aksi oleh Lembaga Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Indonesia, yang menyerukan untuk menggelar aksi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dimuat Tegas.co dengan judul “AP2 Indonesia Bakal Gelar Aksi di KPK Terkait Dugaan Korupsi Istri Gubernur Sultra” akhir-akhir ini menuai banyak kontroversi.

Salah satu pemuda Sulawesi Tenggara, Aldo Zhafar, berpendapat bahwa dimasa pandemi sekarang ini sebaiknya masyarakat tetap menjaga stabilitas kamtibmas yang kondusif.

“Sebaiknya dimasa pandemi ini kita menjaga kamtibmas yang kondusif. Gerakan-gerakan ataupun seruan aksi atau demo sebaiknya dipikirkan terlebih dahulu, apalagi terhadap masalah yang belum jelas perkaranya,” ucap mahasiswa salah satu pergurun tinggi di Kendari, Kamis (29/10/2020).

Aldo menilai, berita yang dimuat Tegas.co terkesan tendensius.

“Soalnya pada foto banner disitu ada seruan aksi Lembaga AP2 Indonesia atas dugaan korupsi isteri gubernur Sultra terhadap dana yang dikelola di Koni Sultra, PKK Sultra, Lasqi Sultra dan Bunda Baca Sultra. Padahal isi berita hanya menyebutkan laporan LASQI Sultra yang tidak dapat mempertanggung jawabkan penggunaan dana hibah sebesar Rp 1,75 Milyar. Tidak ada dijelaskan tentang Koni Sultra, PKK Sultra dan Bunda Baca Sultra,” jelasnya.





Menurutnya, wartawan harus bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

“Untuk menghasilkan berita yang berimbang, seharusnya wartawan Tegas.co mengkonfirmasi pihak BPK perwakilan Sultra terlebih dahulu selaku lembaga yang memeriksa Lasqi sebelum berita itu ditayangkan. Hak privasi seseorang juga harus dihormati, jangan memberikan opini yang menghakimi, dan tetap menerapkan asas praduga tak bersalah,” terangnya.

Sebagai aktivis mahasiswa, Aldo menghimbau agar para mahasiswa tidak terjebak dalam seruan aksi dengan isu yang tidak jelas.

“Saya menghimbau kepada rekan-rekan mahasiswa dan pelajar agar tidak terjebak oleh isu-isu tanpa dasar yang jelas kebenarannya,” tutupnya.


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close