DAERAH

Tak Terima Fotonya Dicatut Tegas.co, Kadis Kominfo Sultra Akan Tempuh Jalur Hukum


Kendari, OborSultra.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, M. Ridwan Badallah, S.Pd, MM, tidak terima fotonya dicatut dalam pemberitaan “Dugaan Kasus Korupsi Dinas Kominfo Sultra Belum Tuntas” yang ditayangkan pada hari Kamis, (29/10) oleh media Tegas.co.

Ridwan mengatakan, pemasangan foto dirinya tanpa seizinnya pada pemberitaan tersebut memiliki arti yang bias, seolah-olah dirinya tersangkut dalam kasus tersebut dan seolah-olah ingin menimbulkan persepsi kepada masyarakat bahwa kasus tersebut melibatkan dirinya.

“Saya baru sadari bahwa berita yang ditayangkan oleh Tegas.co terkait korupsi Dinas Kominfo Sultra belum tuntas dengan memasang foto saya itu bermakna bias. Saya melihat ada indikasi dan seakan akan bahwa ada framing yang dibangun oleh Tegas.co yang menyampaikan kepada masyarakat bahwa kasus korupsi yang belum tuntas itu termasuk saya di dalamnya. Oleh sebab itu, secara pribadi dan secara jabatan saya tidak terima dengan tayangan atau boleh saya katakan justifikasi dalam tulisan atau dalam pemberian Tegas.co,” ujar Ridwan saat di konfirmasi via WhatsApp, Jumat (30/10/2020).

Ket. foto: Kadis Kominfo Sultra, M. Ridwan Badallah (paling kanan) dalam acara Peraih 20 periset nasional dari 34 provinsi dan pertama dari birokrasi di Sultra oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI tahun 2017.(foto: ist/net).

Olehnya itu, Ridwan menegaskan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan menempuh jalur hukum, baik secara personal maupun institusi

“Insya Allah dalam waktu dekat saya akan mengambil jalur hukum sesuai hukum yang berlaku, apa yang telah dilakukan Tegas.co secara pribadi maupun institusi. Secara pribadi saya akan menempuh jalur hukum pidana dan secara kelembagaan saya juga akan menempuh jalur hukum sesuai dengan kode etik, yakni saya akan melakukan gugatan ke dewan pers,”. lanjutnya.





Baca juga:

Tidak hanya itu, dalam beritanya Tegas.co juga menuliskan Ridwan Badallah, S.Pd dinilai banyak kalangan begitu berlebihan. Baik kalangan jurnalis, anggota BIN bahkan dari sesama OPD dan pengacara yang terheran-heran karena sarjana pendidikan bisa menjabat Kepala Dinas Kominfo.

“Saya ingin sampaikan, Tegas.co menyepelekan gelar saya sebagai sarjana pendidikan menjadi Kadis Kominfo. Saya sebagai Ketua Pengurus Besar Ikatan Alumni Persatuan Bahasa dan Sastra Indonesia (IKA PBSI) UHO, sangat merasa terhina dengan gelar S.Pd saya yang dianggap sebuah keniscayaan menjadi Kadis Kominfo. Saya katakan, dia kurang memahami dan mengenal saya, karena dia tidak sadari bahwa saya sudah meraih gelar Magister Management Sumber Daya Manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis UHO. Selanjutnya saya juga sudah diputuskan oleh dewan penguji sebagai kandidat Doktoral Managemen Sumber Daya Manusia di UHO,” jelasnya.

Dikatakan pula, bahwa Kominfo memblokir nomor direktur Tegas.co pada Grup Media Center Kominfo, karena telah menyebar informasi yang bersifat provokatif dan penghinaan kepada pejabat pemerintah.

“Satu lagi, mengapa Kominfo memblokir nomor direktur Tegas.co pada Grup Media Center Kominfo, karena secara langsung maupun tidak langsung direktur Tegas.co telah menyebarkan informasi yang provokatif, penghinaan secara tidak langsung kepada pejabat pemerintah dengan memforward status dari seorang DPO,” ungkapnya.

Berikut prestasi M. Ridwan Badallah dalam berbagai kompetensi :

  1. Sebagai Ketua IKA PBSI FKIP UHO tahun 2018 sampai sekarang,
  2. Peringkat Pertama hasil tes and propertest lelang jabatan JPT tahun 2020, dengan nilai 96 dari nilai 100 yang disiapkan,
  3. Peraih Award Best Paper Riset Multi Dicipliner Science di Rizal Memorian Colledge Davao Philipina, September 2018 yang diikuti 5 negara,
  4. Penerima Award Kendari Post 2020 sebagai Pemimpin Berprestasi yang akan dianugerahkan pada 31 Oktober 2020,
  5. Terpilih sebagai 20 periset nasional dari 34 provinsi dan pertama dari birokrasi di Sultra oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan RI tahun 2017 dengan judul riset Peran Tokoh Masyarakat Terhadap Penanggulangan Anak Putus Sekolah di Kota Kendari,
  6. Memperoleh hak kelayakan intelektual sebagai penemu konsep Smart Education atau Digitalisasi Pendidikan dan diberi sertifikat 50 tahun sebagai Pemilik Hak Paten oleh Kementrian Hukum dan HAM RI,
  7. Menjadi pemateri nasional dan daerah.(RK/ema)


Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Back to top button
Close