DAERAH

Tegas.co Sepelekan Gelar Sarjana Pendidikan, Sekretaris IKA Alumni Persatuan Bahasa dan Sastra Indonesia UHO Angkat Bicara


Kendari, OborSultra.com – Membaca berita yang ditayangkan oleh media Tegas.co dengan judul “Dugaan Kasus Korupsi Dinas Kominfo Sultra Belum Tuntas” yang didalam kontennya bertuliskan kalimat yang mempunyai makna menyepelekan Sarjana Pendidikan, membuat Sekretaris IKA Alumni Persatuan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Halu Oleo Kendari, Zulkifli, S.Pd merasa dilecehkan dan angkat bicara.

Dalam rilisnya yang diterima redaksi OborSultra.com melalui pesan singkat WhassApp, Zulkifli menuliskan, perlu diperjelas bahwa Sarjana Pendidikan yang dimaksud adalah Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Ket. foto: Silaturahmi pengurus IKA PBSI UHO.(foto: ist/net).

“Kaitannya dengan Pak Ridwan Badallah, beliau itu Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, makanya beliau didaulat menjadi ketua IKA Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Salah satu capaian pembelajaran di PBSI ialah menguasai aspek komunikasi dan mengelola informasi, bahkan di kurikulumnya sudah sampai pada bagaimana alumni Bahasa dan Sastra Indonesia turut menyelesaikan persoalan mallkomunikasi, seperti hoaks, bahasa medsos, kekerasan bahasa, serta bahasa media/jurnalistik,” jelas Zulkifli.

Baca juga:

Ditambahkan, bahwa saat ini alumni Bahasa dan Sastra Indonesia sudah sampai badan kajian linguistik forensik yang membantu kepolisian dalam menangani pidana dan sebagainya.





“Sampai saat ini, alumni Bahasa dan Sastra Indonesia sudah sampai badan kajian linguistik forensik yang membantu kepolisian dalam menangani pidana dan sebagainya. Oleh sebab itu, saya sebagai pengurus IKA PBSI merasa dilecehkan jika alumni PBSI dianggap tidak mampu memanage Kominfo. Disisi lain, pak Ridwan memiliki gelar S2 Magister Manajemen Sumber daya Manusia dan juga sudah di daulatkan sebagai kandidat Doktor(S3),” tambahnya.

Sekretaris Ikatan Alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ini merasa khawatir ke depannya jika alumni PBSI tidak diterima di Kominfo karena pandangan yang sesat.

“Kekhawatiran saya ialah ke depannya jika alumni PBSI tidak diterima di Kominfo karena pandangan yang sesat seperti yang disampaikan di dalam berita Tegas.co. Saya rasa, Tegas.co hanya melihat dari sisi yang hanya dia tau saja, juga kurang mencari referensi dan informasi,” imbuhnya.

Sebagai pengurus IKA Alumni Persatuan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Halu Oleo, Zulkifli, S.Pd merasa dilecehkan jika alumni PBSI dianggap tidak mampu memanage Kominfo.

“Saya sebagai pengurus IKA PBSI merasa dilecehkan jika alumni PBSI dianggap tidak mampu memanage Kominfo serta merasa khawatir jika kedepannya alumni PBSI tidak diterima di Kominfo karena pandangan yang sesat seperti itu,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam beritanya Tegas.co menuliskan, Ridwan Badallah, S.Pd dinilai banyak kalangan begitu berlebihan. Baik kalangan jurnalis, anggota BIN bahkan dari sesama OPD dan pengacara yang terheran-heran karena sarjana pendidikan bisa menjabat Kepala Dinas Kominfo.(ema)


Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close